Alasan Mengapa LED Menjadi Pilihan untuk Penerangan di Zaman Sekarang Ini

Penerangan merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi, Light Emitting Diode (LED) telah menjadi salah satu pilihan utama untuk sumber pencahayaan. Apa yang membuat LED begitu diminati? Berikut pembahasan mengenai sejarah, pengembangan, hingga keunggulannya dibandingkan lampu lain.

Sejarah LED

Teknologi LED pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-20, dengan penemuan elektroluminesensi oleh H. J. Round pada tahun 1907. Namun, LED dalam bentuk modern mulai dikembangkan pada tahun 1960-an oleh Nick Holonyak Jr., yang sering disebut sebagai “bapak LED.” Awalnya, LED hanya menghasilkan cahaya merah dengan aplikasi terbatas, seperti pada indikator perangkat elektronik. Seiring waktu, penelitian lanjutan menghasilkan LED yang mampu memancarkan berbagai warna, termasuk putih, yang digunakan secara luas untuk penerangan.

Pengembangan LED

Perkembangan LED terus berlangsung pesat. Teknologi ini tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih terjangkau. Inovasi seperti chip LED berdaya tinggi, desain pendingin yang canggih, dan material semikonduktor baru telah meningkatkan performa LED. Selain itu, keberadaan teknologi smart lighting yang memungkinkan pengendalian melalui smartphone atau perangkat pintar lainnya menjadikan LED sebagai bagian dari solusi rumah pintar.

Perbandingan dengan Tipe Lampu Lain

1. Lampu Pijar
Lampu pijar menghasilkan panas yang sangat tinggi karena cara kerjanya mengandalkan pemanasan kawat filamen hingga suhu tertentu untuk menghasilkan cahaya.

Proses Kerja :
– Ketika listrik mengalir melalui filamen (biasanya terbuat dari tungsten), filamen tersebut dipanaskan hingga mencapai suhu sekitar 2.300–3.000 derajat Celsius. Pada suhu ini, filamen memancarkan cahaya tampak.
– Namun, hanya sekitar 5-10% energi listrik yang diubah menjadi cahaya. Sisanya, 90-95% energi, dilepaskan dalam bentuk panas.

Akibatnya : Lampu pijar terasa sangat panas saat disentuh karena sebagian besar energi digunakan untuk memanaskan filamen, bukan untuk menghasilkan cahaya.

2. Lampu Fluorescent (CFL)
Lampu ini adalah hasil upgrade dari lampu Fluorescent. Lampu CFL juga biasa disebut dengan lampu neon. Lampu ini sangat mudah untuk ditemui dan sangat populer pada masanya. Alasannya dikarenakan lampu ini lebih hemat daya dibandingkan dengan lampu pijar.

Proses Kerja : 

– CFL menggunakan arus listrik untuk mengionisasi gas di dalam tabung. Proses ini menghasilkan sinar ultraviolet (UV). 
– Sinar UV kemudian mengenai lapisan fosfor di bagian dalam tabung, yang mengubah sinar UV menjadi cahaya tampak. 

Efisiensi: Meskipun CFL mengubah sekitar 25-30% energi listrik menjadi cahaya, sisanya tetap dilepaskan sebagai panas.

3. Lampu LED
Lampu LED adalah lampu yang terbentuk dari beberapa diode pemancar cahaya di dalamnya. Lampu ini sangat populer belakangan ini, dikarenakan efisiensi dayanya yang sangat baik dan mampu menghasilkan cahaya yang terang. Diode pemancar cahaya pada lampu LED ini menggunakan arus DC. Oleh karena itu, driver pada lampu ini akan mengkonversi arus AC lalu mengirimkannya kepada diode tersebut.

Proses Kerja :
– LED menggunakan semikonduktor untuk menghasilkan cahaya melalui proses yang disebut elektroluminesensi. – Ketika arus listrik melewati semikonduktor, elektron dan “lubang” (holes) bertemu, dan energi dilepaskan dalam bentuk foton (cahaya).
– Proses ini sangat efisien karena tidak melibatkan pemanasan fisik, seperti pada filamen atau gas.

Efisiensi: LED dapat mengubah 80-90% energi listrik menjadi cahaya. Hanya sebagian kecil yang dilepaskan sebagai panas, biasanya melalui pendingin pasif pada bodi lampu LED untuk menjaga suhu tetap rendah.

Kemudahan dalam Maintenance

Lampu LED membutuhkan perawatan yang minimal karena ketahanan dan daya tahannya yang luar biasa. Dengan usia pakai yang panjang, pengguna tidak perlu sering mengganti lampu, mengurangi biaya dan waktu untuk perawatan. Selain itu, LED dirancang untuk tahan terhadap guncangan dan getaran, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi, termasuk di area luar ruangan.

Penghematan Pemakaian Listrik

Salah satu alasan utama memilih LED adalah penghematan energi yang signifikan. Karena efisiensinya yang tinggi, penggunaan LED dapat mengurangi konsumsi listrik secara drastis. Dalam jangka panjang, hal ini tidak hanya mengurangi biaya listrik, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, LED menjadi pilihan cerdas bagi individu dan bisnis.


Author : Muhammad Rizky Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PT BENTALA SAUJANA ABADI, is a lighting design consultant company, international and local lighting sales, as well as private and corporate lighting design training.

PROJECT FINISH
0 +
HAPPY CLIENTS
0 +
SATISFACTION RATE
0 %